Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan bahwa kesepakatan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghentikan sementara serangan terhadap fasilitas energi Ukraina tidak berarti apa-apa. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ZDF.
Pistorius menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil terus berlanjut meskipun ada kesepakatan yang dianggap penting antara pemimpin Rusia dan Ukraina. "Serangan di malam pertama setelah percakapan telepon yang diklaim sangat krusial ini tidak berhenti," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Putin sedang memainkan sebuah permainan di sini dan saya yakin bahwa presiden Amerika tidak akan bisa duduk diam melihat situasi ini lebih lama lagi."
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin meningkat, dengan kedua belah pihak saling menuduh melancarkan serangan udara yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan infrastruktur. Hal ini terjadi hanya beberapa jam setelah pemimpin kedua negara sepakat untuk melakukan gencatan senjata terbatas guna menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
Militer Ukraina melaporkan bahwa unit pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh 72 dari 145 drone yang diluncurkan oleh Rusia dalam serangan malam itu. Sementara itu, kementerian pertahanan Rusia mengklaim bahwa unit mereka berhasil menghancurkan 57 drone Ukraina dalam serangan yang sama, dengan 35 di antaranya jatuh di wilayah perbatasan Kursk.
Ketegangan ini menunjukkan betapa rumitnya situasi antara Rusia dan Ukraina, serta tantangan yang dihadapi oleh komunitas internasional dalam mencari solusi damai.
Dengan pernyataan yang tegas dari Menteri Pertahanan Jerman, tampaknya situasi ini akan terus menjadi perhatian bagi banyak negara di dunia.
Jerman Rusia Ukraina serangan kesepakatan menteri pertahanan