JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 6,12 persen pada Selasa, 18 Maret 2025. Penurunan ini diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memicu berbagai reaksi di kalangan investor.
Said Abdullah menegaskan bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah untuk menenangkan pasar. Menurutnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperbaiki gaya komunikasi publik agar lebih simpatik dan dialogis. Hal ini penting agar masyarakat dan investor merasa lebih tenang dan tidak panik.
Kedua, Said Abdullah menyarankan agar pemerintah menunjukkan reformasi fiskal yang sedang berlangsung. Pemerintah harus memberikan jaminan mengenai keberlangsungan fiskal dalam jangka panjang. Dengan cara ini, diharapkan keraguan investor dapat teratasi.
Selanjutnya, ia juga mengingatkan bahwa Otoritas Bursa dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak sebaiknya bereaksi berlebihan. Reaksi berlebihan dari otoritas justru dapat memicu reaksi yang lebih besar dari pelaku pasar, yang dapat menyebabkan aksi jual yang lebih masif.
Keempat, OJK dan otoritas bursa juga perlu memperluas basis investor dalam jangka panjang. Dengan memperluas basis investor, diharapkan pasar dapat lebih stabil dan tidak mudah terpukul oleh sentimen negatif.
"Saya mengimbau semua pihak, terutama yang tidak berkaitan langsung dengan otoritas bursa, untuk tidak menambah kepanikan di pasar. Langkah-langkah yang diniatkan untuk meredakan keadaan justru bisa menimbulkan perhatian dan reaksi berlebihan dari para pelaku pasar," imbuh Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan pasar saham dapat kembali stabil dan investor merasa lebih aman untuk berinvestasi.
Said Abdullah IHSG pemerintah pasar Bursa Efek Indonesia