Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Peretas Korea Utara Mencuri $661 Juta Cryptocurrency

Pada tahun 2023, kelompok peretas dari Korea Utara berhasil mencuri cryptocurrency senilai sekitar $661 juta. Angka ini meningkat dua kali lipat pada tahun berikutnya, 2024, menunjukkan bahwa tindakan ilegal ini telah menjadi sumber daya penting bagi rezim tersebut.

Cryptocurrency adalah bentuk uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi. Dengan semakin ketatnya sanksi internasional dan dampak dari pandemi, Korea Utara menghadapi kesulitan dalam perdagangan dan ekonomi. Oleh karena itu, pencurian cryptocurrency menjadi cara untuk mengatasi kekurangan dana.

Meski begitu, pihak berwenang di berbagai negara masih berusaha mengejar langkah para peretas ini. Mereka berusaha memahami bagaimana negara yang sangat miskin dan memiliki akses internet yang ketat bisa melakukan pencurian cyber terbesar di dunia.

Penegakan hukum internasional dan perusahaan keamanan siber terus bekerja sama untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku peretasan ini. Meskipun akses internet di Korea Utara sangat terbatas, para peretas ini menggunakan berbagai cara untuk memanfaatkan kelemahan sistem keamanan di negara lain.

Keberhasilan Korea Utara dalam melakukan pencurian besar ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dunia dalam mengatasi kejahatan siber. Ketidakmampuan untuk mengawasi dan mengatur cryptocurrency juga menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas di seluruh dunia.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, kejahatan siber semakin canggih. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mencoba melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang ini.

library_books Theeconomist