Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Luncurkan Serangan Darat di Gaza, Banyak Korban Jatuh

Militer Israel telah memulai serangan darat baru di Jalur Gaza. Mereka meminta penduduk untuk meninggalkan daerah yang telah ditetapkan sebagai "zona pertempuran" di utara dan selatan Gaza, serta berpindah ke wilayah barat Kota Gaza dan Khan Younis.

Pada hari Selasa, Israel melakukan serangan udara paling besar di Gaza sejak gencatan senjata dimulai dua bulan lalu. Pada hari Rabu, layanan darurat yang dikelola oleh Hamas melaporkan bahwa serangan terus berlanjut. Tindakan pemerintah Israel ini mendapatkan kritik dari berbagai pihak di dunia. Di dalam Israel sendiri, ribuan orang menggelar protes menentang pemerintah mereka.

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas, serangan terbaru ini telah menewaskan setidaknya 436 orang. Di antara korban terdapat 183 anak-anak dan 94 perempuan. Selain itu, 678 orang lainnya dilaporkan terluka akibat serangan tersebut. Militer Israel menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan ekstremis. Mereka menyalahkan Hamas atas jatuhnya korban di kalangan warga sipil, dengan alasan bahwa anggota Hamas beroperasi di daerah yang padat penduduk.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap "penolakan berulang kali dari Hamas" untuk membebaskan para sandera. Saat ini, 58 sandera masih dilaporkan berada dalam tahanan, di mana 34 diantaranya diperkirakan telah meninggal dunia.

Selama fase pertama gencatan senjata yang berlaku sejak pertengahan Januari, Hamas telah melepaskan 25 sandera hidup dan sisa-sisa delapan sandera lainnya sebagai imbalan atas pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina. Selain itu, pasukan Israel juga menarik diri ke zona penyangga di dalam Jalur Gaza, sehingga ratusan ribu pengungsi Palestina diizinkan kembali ke utara Gaza, di mana pertempuran sangat sengit terjadi.

Hamas menyatakan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan negosiasi lebih lanjut. Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjawab bahwa semua negosiasi di masa depan akan berlangsung "di bawah serangan".

library_books Tagesschau