Jakarta, 23 Maret 2025 – Platform media sosial Snapchat menghadirkan sebuah tren baru yang disebut micro-ghosting, yang semakin memperumit dunia kencan di kalangan remaja. Tren ini muncul melalui fitur half-swipe, yang memungkinkan pengguna untuk membuka pesan tanpa harus segera merespons. Dengan cara ini, pengguna dapat membaca pesan secara penuh, tetapi pengirim pesan tidak melihat bahwa pesan mereka telah dibaca.
Menurut seorang juru bicara Snapchat, tujuan dari desain ini adalah untuk mengurangi tekanan yang dialami remaja untuk merespons pesan dengan cepat. Namun, kenyataannya, fitur ini justru menimbulkan masalah baru. Ketika remaja melihat teman atau orang yang mereka suka aktif di aplikasi tanpa membalas pesan mereka, hal ini dapat memicu keraguan diri. Remaja mulai bertanya-tanya, "Apakah saya mengatakan hal yang salah? Apakah mereka tidak suka saya? Kenapa mereka tidak membalas?"
Menanggapi masalah ini, Snapchat pada akhir 2023 meluncurkan sebuah fitur baru untuk pengguna Snapchat+, yang merupakan layanan berlangganan seharga sekitar Rp60.000 per bulan. Pengguna Snapchat+ dapat melihat jika seseorang sedang menggunakan fitur half-swipe untuk membaca pesan mereka. Sebuah emoji mata akan muncul saat pengguna lain sedang mengintip pesan.
Namun, fitur ini juga menciptakan masalah baru. Banyak remaja yang menjadi cemas karena mereka yang sering menggunakan half-swipe kini merasa terancam untuk "diketahui". Bagi pengirim pesan, mengetahui bahwa mereka telah di-micro-ghosted hanya menambah kecemasan. Mereka merasa harus terus memantau aplikasi setelah mengirim pesan, karena emoji mata hanya muncul saat itu juga.
"Emoji mata itu menjadi salah satu hal yang paling menegangkan dalam hidup saya saat ini," ujar Elke Thorsen, seorang remaja berusia 15 tahun yang berlangganan Snapchat+ untuk mengetahui apakah pesan-pesannya dibaca.
Snapchat dikenal pintar dalam memanfaatkan ketidakamanan remaja. Fitur Snap Map memungkinkan pengguna untuk melihat di mana teman-teman mereka berkumpul, baik mereka diundang atau tidak. Selain itu, sistem pertemanan yang disebut friend solar system menunjukkan seberapa penting mereka di mata orang lain. Fitur ini dibuat menjadi opt-in setelah kolumnis keluarga dan teknologi, Julie Jargon, menulis tentangnya tahun lalu.
Dengan semua perubahan dan fitur baru ini, Snapchat terus menjadi bagian dari kehidupan remaja, meski seringkali dengan membawa beban emosional yang berat. Tren micro-ghosting menunjukkan betapa kompleksnya dinamika sosial di dunia digital saat ini.
Snapchat micro-ghosting kencan remaja