Kepala UNAIDS, Winnie Byanyima, telah memberikan peringatan serius bahwa pemotongan dana dari Amerika Serikat untuk program HIV/AIDS dapat menyebabkan jutaan orang kehilangan nyawa. Pemotongan ini terjadi di bawah pemerintahan Donald Trump, yang sebelumnya menjadikan AS sebagai donor terbesar untuk program ini.
Byanyima menyatakan bahwa pemotongan dana tersebut sangat "menghancurkan". Ia menjelaskan bahwa kurangnya dana dapat menyebabkan "tambahan 8,7 juta infeksi baru", di samping 6,3 juta kematian yang mungkin terjadi akibat AIDS. Ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan dampak yang besar dari kebijakan ini.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa jika dana tidak segera dipulihkan, konsekuensinya akan sangat serius. "Kita akan melihat lonjakan nyata dalam penyakit ini. Kita akan melihatnya kembali, dan kita akan melihat orang-orang mati seperti yang kita saksikan pada tahun 1990-an dan 2000-an," katanya. Ini menunjukkan bahwa kita mungkin akan kembali ke masa-masa kelam dalam sejarah perjuangan melawan HIV/AIDS.
Byanyima juga mengingatkan bahwa dampak pemotongan dana ini tidak hanya akan dirasakan di negara-negara berpenghasilan rendah di Afrika. Wilayah Eropa Timur dan Amerika Latin juga berpotensi terkena dampaknya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah HIV/AIDS adalah isu global yang harus ditangani secara bersama-sama.
Dengan tegas, Byanyima menyerukan kepada AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. "Merupakan hal yang wajar bagi Amerika Serikat untuk ingin mengurangi dananya seiring waktu, tetapi penarikan dukungan yang mendesak ini memiliki dampak yang menghancurkan," ujarnya. Ia mendesak perlunya pemulihan layanan yang mendesak untuk mencegah lebih banyak kematian dan infeksi.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat internasional, dan harapan besar diletakkan pada pemulihan dukungan dari negara-negara donor untuk menangani masalah HIV/AIDS secara efektif.
UNAIDS HIV AIDS Winnie Byanyima pemotongan dana