Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan bahwa penjualan industri ritel akan mengalami pertumbuhan yang signifikan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2025. Dalam sebuah proyeksi yang dirilis baru-baru ini, Aprindo memprediksi pertumbuhan penjualan bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa.
Menurut Aprindo, pertumbuhan rata-rata penjualan setiap bulan diperkirakan akan berkisar antara 8% hingga 9%. Namun, saat momen Idul Fitri, pertumbuhan tersebut bisa melonjak hingga di atas 16% hingga 20%. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan dan Idul Fitri telah menjadi momen penting bagi pelaku usaha ritel di Indonesia.
Selama bulan Ramadan, banyak masyarakat yang berbelanja lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta persiapan menyambut Idul Fitri. Oleh karena itu, para pelaku usaha ritel telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan bahwa stok barang tersedia dan mencukupi. Aprindo menekankan bahwa mereka telah mempersiapkan berbagai kebutuhan, seperti barang konsumsi dan kebutuhan pokok lainnya, agar dapat memenuhi permintaan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik," kata seorang perwakilan dari Aprindo.
Dengan adanya proyeksi pertumbuhan yang positif ini, diharapkan pelaku usaha ritel dapat memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk meningkatkan penjualan mereka. Hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan, terutama bagi sektor ritel.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proyeksi ini, dapat menyaksikan program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo pada tanggal 25 Maret 2025, pukul 21.30-22.00 WIB. Program ini akan disiarkan secara langsung di IDX Channel melalui berbagai saluran televisi. Selain itu, program ini juga dapat disaksikan melalui live streaming di situs www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV yang tersedia di berbagai platform aplikasi.
ramadan Idul Fitri penjualan ritel Aprindo