Seorang penasihat keamanan nasional, Michael Waltz, memiliki akun Venmo yang terbuka untuk publik, dan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan informasi. Akun tersebut, yang menggunakan nama "Michael Waltz" dan foto profilnya, dibiarkan terbuka hingga Rabu sore.
Hasil analisis dari WIRED menunjukkan bahwa akun ini mengungkapkan nama-nama ratusan orang yang memiliki hubungan personal dan profesional dengan Waltz. Di antara mereka terdapat jurnalis, pejabat militer, pelobi, dan banyak lainnya. Informasi ini berpotensi disalahgunakan oleh layanan intelijen asing atau pihak lain yang memiliki niat jahat.
Akun Venmo tersebut juga terhubung dengan akun-akun yang diduga milik Susie Wiles, kepala staf Gedung Putih, dan Walker Barrett, staf di Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat. Keduanya merupakan peserta dalam obrolan grup Signal yang dikenal luas dengan nama "Houthi PC small group".
Setelah WIRED menyampaikan temuan ini kepada Gedung Putih, mereka memilih untuk tidak memberikan komentar. Namun, setelah penyelidikan dilakukan, akun yang diduga milik Waltz dan Wiles langsung diatur menjadi privat.
Analisis WIRED terhadap data publik yang terungkap di akun Venmo yang terkait dengan pejabat tinggi pemerintahan menunjukkan bahwa obrolan grup Signal tersebut bukanlah kesalahan yang terisolasi. Ini adalah bagian dari pola yang lebih luas yang digambarkan oleh para ahli keamanan nasional sebagai perilaku sembrono oleh beberapa orang yang memiliki kekuasaan di pemerintahan AS.
Keamanan informasi sangat penting, terutama bagi mereka yang memegang posisi strategis dalam pemerintah. Kasus ini menyoroti perlunya meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan untuk melindungi data pribadi dan profesional dari potensi ancaman.
Michael Waltz Venmo informasi sensitif keamanan nasional data pribadi