Dokumen pengadilan baru-baru ini mengungkapkan bahwa sejak awal pemerintahan kedua Donald Trump, Elon Musk dan timnya memiliki rencana untuk menyusup ke sistem pembayaran Departemen Keuangan Amerika Serikat. Rencana ini diduga bertujuan untuk mengubah sistem tersebut agar dapat digunakan melawan USAID, yang merupakan lembaga pemerintah yang membantu negara-negara berkembang.
Menurut laporan dari WIRED, Marko Elez, seorang mantan insinyur di X, perusahaan media sosial yang dimiliki oleh Musk, memiliki akses yang sangat penting ke dua sistem utama Departemen Keuangan. Sistem tersebut adalah Payment Automation Manager dan Secure Payment System. Namun, dokumen yang baru-baru ini terungkap menunjukkan bahwa Elez juga memiliki akses 'baca' ke Automated Standard Application for Payments, yaitu sistem akuntansi tempat dana federal disimpan dalam akun yang telah disetujui sebelumnya.
Dokumen pengadilan yang dibagikan oleh pemerintah menunjukkan bahwa Elez sudah memiliki akses ini sejak 1 Februari. Hal ini menimbulkan kecurigaan mengenai tujuan dari akses tersebut, yang tampaknya berkaitan dengan rencana pemerintahan untuk menargetkan USAID.
Rencana ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana teknologi dan sistem informasi dapat digunakan untuk tujuan yang tidak biasa dalam konteks pemerintahan. Dengan akses yang dimiliki Elez, ada kemungkinan bahwa informasi sensitif mengenai dana federal bisa disalahgunakan.
Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan keamanan sistem pembayaran pemerintah. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengatasi isu ini dengan segera dan memastikan bahwa sistem pembayaran tetap aman dari potensi penyalahgunaan.
Meskipun berita ini masih berkembang, banyak yang menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai implikasi dari rencana ini.
Elon Musk DOGE sistem pembayaran USAID pengadilan