Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pasar Saham Asia Anjlok Terburuk dalam 10 Tahun

Pasar saham di Asia mengalami penurunan yang sangat tajam pada hari Senin, 8 April 2025. Penurunan ini menjadi yang terburuk dalam lebih dari sepuluh tahun. Hal ini terjadi karena dunia bersiap menghadapi dampak dari perang tarif antara China dan Amerika Serikat.

Indeks Hang Seng yang menjadi acuan di Hong Kong jatuh sebesar 13,2 persen, mencapai 19.828,30 poin pada penutupan perdagangan. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Oktober 2008 dan juga menjadi level terendah sejak 23 Januari lalu.

Tidak hanya di Hong Kong, semua 14 indeks utama di kawasan Asia-Pasifik juga mengalami penurunan. Sebanyak 11 di antaranya mencapai level terendah dalam waktu setidaknya 52 minggu. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menurun sebesar 7,8 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 5,6 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia kehilangan 4,2 persen, dan indeks Straits Times di Singapura merosot 8 persen.

Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di pasar global akibat ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, yaitu China dan Amerika Serikat. Perang tarif ini telah menyebabkan ketidakpastian di pasar dan membuat investor merasa khawatir tentang masa depan perekonomian.

Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan ini terus berlanjut, dampaknya bisa menjadi lebih parah. Investor di seluruh dunia akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat, karena setiap langkah yang diambil oleh kedua negara dapat mempengaruhi pasar saham dan perekonomian global secara keseluruhan.

library_books Scmpnews