Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perdana Menteri Belgia Tidak Akan Menangkap Netanyahu

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengungkapkan bahwa jika pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, mengunjungi Belgia, dia tidak akan ditangkap. Pernyataan ini disampaikan De Wever dalam wawancara dengan televisi VRT pada hari Kamis.

De Wever menjelaskan bahwa dalam diplomasi internasional, pertimbangan praktis lebih penting daripada etika. “Ada yang namanya realpolitik. Dalam kerangka ini, pertimbangan praktis mendominasi pertimbangan etis,” ujarnya. Ia bahkan menambahkan, "Saya tidak berpikir ada satu pun negara Eropa yang akan menangkap Tuan Netanyahu jika dia pergi ke sana. Misalnya, Prancis, tidak akan—dan saya rasa kami juga tidak akan melakukannya."

Pernyataan De Wever ini muncul menjelang kunjungan resmi Netanyahu ke Hungaria, di mana negara itu baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah memulai proses untuk menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Keputusan ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang sikap Eropa terkait kejahatan perang dan akuntabilitas.

Kunjungan Netanyahu ke Eropa menjadi sorotan karena banyak negara memiliki pandangan yang berbeda mengenai kebijakan Israel dan tindakannya di wilayah Palestina. Dengan latar belakang ini, De Wever menekankan pentingnya mempertimbangkan hubungan diplomatik yang ada, meskipun ada isu-isu kontroversial yang melibatkan pemimpin tersebut.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas hubungan internasional dan bagaimana negara-negara berinteraksi satu sama lain dalam konteks yang lebih luas. Dengan adanya pernyataan ini, publik di Belgia dan Eropa diharapkan dapat memahami sikap pemerintah mereka terhadap isu-isu global.

library_books Middleeasteye