Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengungkapkan potensi alam yang luar biasa di Kabupaten Jembrana. Menurutnya, kesesuaian lahan yang ada sangat mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura, termasuk bawang merah organik.
Pengembangan bawang merah organik ini memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Jembrana. Hal ini diharapkan dapat membantu para petani di daerah tersebut.
"Artinya, potensi kita ada, tinggal bagaimana ke depan kita kembangkan. Dari sini kita bisa melihat bawang merah organik bisa dikembangkan di Jembrana. Mudah-mudahan para petani bisa termotivasi. Dan dapat mewujudkan kemandirian pangan di Jembrana," ujar I Made Kembang Hartawan.
Kemandirian pangan sendiri adalah kemampuan suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan dari sumber daya yang ada di daerah tersebut. Dengan mengembangkan tanaman bawang merah organik, diharapkan Jembrana tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri, tetapi juga berpotensi untuk menjualnya ke daerah lain.
Bawang merah organik memiliki banyak keunggulan, antara lain lebih sehat dan memiliki rasa yang lebih nikmat dibandingkan bawang merah yang ditanam secara konvensional. Selain itu, penanaman bawang merah organik juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida kimia.
Melalui program ini, Bupati Jembrana berharap agar para petani dapat lebih termotivasi untuk bertani secara organik. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pengembangan bawang merah organik di Jembrana ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjamin ketahanan pangan. Petani diharapkan dapat bekerja sama dan saling berbagi informasi mengenai teknik pertanian yang baik.
Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, diharapkan pengembangan bawang merah organik ini dapat berhasil dan memberikan manfaat bagi semua, terutama bagi para petani di Jembrana.
Jembrana bawang merah organik kemandirian pangan pertanian