Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

IHSG Turun Signifikan Pasca Libur Lebaran

IHSG Turun Signifikan Pasca Libur Lebaran

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami penurunan yang signifikan pada hari Selasa, 8 April 2025. IHSG dibuka turun sebesar 9,19 persen, mencapai angka 5.912 pada perdagangan perdana setelah libur panjang Lebaran.

Penyebab utama dari penurunan ini adalah diterapkannya peraturan baru oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Peraturan ini mengatur bahwa jika indeks turun di bawah 8 persen, maka akan diberlakukan trading halt atau penghentian perdagangan sementara selama 30 menit.

Setelah dibuka pada pukul 09.00 WIB, indeks IHSG tidak menunjukkan pergerakan yang berarti. Hal ini menandakan ketidakpastian pasar di kalangan investor.

Saham-saham yang mengalami penurunan terbesar atau dikenal sebagai top losers adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berada di posisi pertama. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Sementara itu, di bursa saham Asia lainnya, terdapat beberapa pergerakan yang berbeda. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik 6,33 persen, Hang Seng di Hong Kong naik 2,44 persen, dan Shanghai di China naik 0,55 persen. Namun, berbeda dengan itu, Strait Times di Singapura justru mengalami penurunan sebesar 1,93 persen.

Pergerakan IHSG yang negatif ini menunjukkan adanya tantangan bagi investor di pasar saham Indonesia setelah libur panjang. Para investor diharapkan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan selanjutnya di pasar.

library_books Idx Channel