London - Raji Sourani, pendiri dan direktur Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR), dikenal sebagai salah satu pengacara Palestina terkemuka di dunia. Dia baru-baru ini berada di Inggris untuk mengajukan kasus pelanggaran hak asasi manusia.
Pada awal tahun 2024, Sourani selamat dari serangan udara Israel yang menghancurkan rumah dua lantainya di Gaza. Setelah kejadian tersebut, pada akhir Februari, ia dan keluarganya melarikan diri ke Mesir.
Sejak tahun 2015, Sourani memimpin tim hukum yang mewakili korban Palestina di Pengadilan Kriminal Internasional. Dalam setahun terakhir, ia juga bekerja sama dengan tim hukum Afrika Selatan dalam kasus genosida melawan Israel di Pengadilan Internasional.
Saat ini, Sourani berada di Inggris dengan tujuan baru, yaitu menuntut 10 warga Inggris yang diduga terlibat dalam kejahatan perang di Gaza bersama militer Israel.
Pada hari Senin, Sourani bergabung dengan tim ahli hukum di New Scotland Yard, London, untuk menyerahkan laporan sepanjang 240 halaman kepada tim kejahatan perang Kepolisian Metropolitan.
Laporan tersebut diajukan atas nama organisasinya, PCHR, dan Pusat Hukum Kepentingan Publik (PILC). Ini menandai langkah penting dalam usaha menegakkan keadilan bagi para korban konflik di Gaza.
Upaya Sourani ini menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan bagi rakyat Palestina. Dia berharap laporan ini dapat membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut dan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi.
Raji Sourani pelanggaran HAM Inggris Gaza PCHR