Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di unit platform dan perangkatnya. Hal ini diumumkan pada Jumat (11/4/2025) berdasarkan laporan dari The Information.
Unit yang terkena dampak PHK ini mengelola beberapa produk penting, seperti perangkat lunak Android, ponsel Pixel, dan peramban Chrome. PHK massal ini dilaporkan terjadi pada hari Kamis sebelumnya.
Di awal tahun, Google telah menawarkan kompensasi bagi karyawan yang bersedia mengundurkan diri secara sukarela dari unit tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk merampingkan organisasi dan meningkatkan efisiensi kerja.
Google memiliki sekitar 180 ribu karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Namun, seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Google juga menghadapi tantangan di pasar. Sejak tahun 2023, banyak raksasa teknologi di AS melakukan serangkaian PHK massal. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang melakukan rekrutmen besar-besaran saat pandemi Covid-19, tetapi setelah pandemi mereda, permintaan terhadap teknologi mengalami penurunan.
Dengan langkah ini, Google berharap dapat menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan memastikan kelangsungan bisnisnya di masa depan. PHK ini menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi beradaptasi dengan kondisi yang berubah dengan cepat.
Perusahaan teknologi lainnya juga mungkin akan mengikuti langkah serupa, seiring dengan upaya efisiensi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Google PHK karyawan Android Chrome teknologi