Reykjavik, Islandia – Perusahaan walfang Hvalur, satu-satunya yang ada di Islandia, mengumumkan bahwa mereka tidak akan melakukan penangkapan paus tahun ini. Keputusan ini diambil oleh pemimpin perusahaan, Kristjan Loftsson, yang mengatakan kepada stasiun televisi RÚV bahwa mereka "tidak melihat pilihan lain selain tetap di pelabuhan dan menunggu waktu yang lebih baik". Loftsson menambahakan bahwa situasi ini akan diperiksa kembali pada tahun depan.
Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah penurunan permintaan walfleisch, atau daging paus, di Jepang. Jepang merupakan pasar terbesar untuk walfleisch di dunia, namun konsumsi daging paus di negara tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 1962, Jepang menjual sekitar 233.000 ton walfleisch, tetapi angka ini menurun drastis menjadi hanya sekitar 2.000 ton pada tahun 2020.
Menurut laporan RÚV, harga walfleisch di Jepang telah jatuh begitu rendah sehingga membuat penangkapan paus tidak berkelanjutan bagi Hvalur pada musim panas ini. Hal ini ditambah dengan nilai tukar krone Islandia yang rendah terhadap yen Jepang, yang semakin memperburuk situasi bagi bisnis ekspor mereka.
Keputusan Hvalur untuk tidak melanjutkan penangkapan paus menunjukkan tantangan yang dihadapi industri ini di tengah perubahan permintaan pasar global. Sekarang, perusahaan harus menunggu hingga kondisi membaik sebelum mempertimbangkan untuk melanjutkan aktivitas walfang mereka.
walfang Islandia Hvalur paus Jepang