Polisi Metropolitan London telah memanggil salah satu pengorganisir utama protes solidaritas Palestina di Inggris terkait dugaan pelanggaran ketertiban umum yang terjadi pada demonstrasi awal tahun ini.
Raghad Altikriti, yang menjabat sebagai ketua Muslim Association of Britain (MAB), mengungkapkan kepada Middle East Eye bahwa ia telah menerima surat dari polisi yang meminta kehadirannya dalam wawancara resmi pada hari Rabu. Wawancara ini berkaitan dengan protes yang diadakan di London pada tanggal 18 Januari.
MAB telah menggunakan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) untuk mengeluarkan pernyataan mendukung Altikriti. Dalam pernyataan tersebut, mereka juga mengungkapkan keprihatinan terhadap "tanda yang sangat mengkhawatirkan dari meningkatnya penindasan terhadap mereka yang memprotes genosida dan apartheid." Mereka mengutuk pemerintah Inggris yang berusaha "menyenyapkan suara ketidakpuasan dan mengalihkan perhatian dari keterlibatan Inggris dalam kekejaman yang terjadi di Gaza."
Altikriti adalah salah satu dari beberapa individu yang dipanggil oleh polisi terkait dugaan pelanggaran ketertiban umum. Surat panggilan juga dikeluarkan kepada beberapa anggota koalisi Stop the War, termasuk Lindsey German, Alex Kenny, dan Andrew Murray, serta ketua Friends of Al-Aqsa, Ismail Patel.
Altikriti menyebut wawancara polisi yang akan datang sebagai "tindakan intimidasi" dan mengklaim bahwa ini bertujuan untuk "menyulitkan orang-orang untuk berbicara menentang genosida ini."
"Kita memiliki hak untuk berdemonstrasi dan penting untuk mempertahankan kebebasan kita untuk bergerak dan berbicara," ujarnya.
Polisi London protes Palestina Raghad Altikriti MAB kebebasan berbicara