Simon Hennes, seorang cofounder berusia 28 tahun dari perusahaan Vivenu, baru saja meluncurkan platform tiket yang berbeda dari yang lain. Vivenu memilih pendekatan berbasis teknologi dan label putih dalam penjualan tiket untuk acara. Ini berarti organisasi acara dapat mengontrol cara mereka menjual tiket dan mengelola informasi pelanggan mereka sendiri.
Pendekatan ini berbeda jauh dibandingkan dengan pemain besar di industri seperti Ticketmaster yang mendominasi pasar. Hennes percaya bahwa pendekatan baru ini sangat penting untuk mengubah dinamika pasar yang telah ada selama ini. "Kami ingin memberi kekuasaan kepada penyelenggara acara untuk mengelola proses penjualan tiket dengan cara yang mereka inginkan," ujar Hennes.
Dengan meningkatnya kebutuhan untuk lebih banyak kontrol dalam penjualan tiket, Vivenu hadir sebagai solusi inovatif yang dapat membantu berbagai jenis acara. Dari konser hingga konferensi, platform ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara dengan lebih baik. Hennes berharap bahwa dengan memberikan lebih banyak pilihan kepada penyelenggara, mereka dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung acara.
Melalui Vivenu, penyelenggara tidak hanya menjual tiket, tetapi juga dapat mengumpulkan data dan informasi yang berharga tentang pelanggan mereka. Ini adalah langkah penting dalam dunia yang semakin digital, di mana data menjadi aset berharga. Hennes menekankan, "Kami percaya bahwa dengan memberikan kontrol lebih, kami dapat membantu penyelenggara acara membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat."
Inovasi seperti ini diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam industri tiket di Eropa. Dengan masuknya teknologi baru, penyelenggara acara kini memiliki lebih banyak pilihan dan fleksibilitas dalam mengelola acara mereka. Simon Hennes dan Vivenu berkomitmen untuk terus mengembangkan platform ini agar semakin sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Simon Hennes Vivenu platform tiket teknologi event