Jerman kembali menerima penerbangan yang membawa pengungsi dari Afghanistan. Pesawat tersebut terbang dengan membawa orang-orang yang terancam akibat situasi di negaranya, dan lebih banyak penerbangan direncanakan akan menyusul.
Namun, tindakan pemerintah ini menuai kritik tajam dari partai Union (CDU). Menurut mereka, tindakan ini seharusnya dihentikan. Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Sachsen, Schuster, dari partai CDU, menyebut tindakan ini "infam dan sepenuhnya konyol". Ia mengkritik bahwa Menteri Luar Negeri, Baerbock dari partai Hijau, melakukan tindakan besar menjelang akhir masa jabatannya.
Sachsens Menteri Presiden Kretschmer juga menyatakan kekecewaannya. Ia mengatakan, "Kami melihat bahwa dalam beberapa hari terakhir masa jabatan Menteri Luar Negeri, banyak penerbangan datang membawa orang-orang Afghanistan, padahal jelas bahwa pemerintah baru memiliki pandangan yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana seseorang mengabaikan pendapat masyarakat dan hanya menganggap pandangannya sendiri yang benar."
Di sisi lain, Co-Ketua Fraksi Partai Hijau di Bundestag, Haßelmann, membantah kritik dari CDU. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk merasa marah dalam situasi ini. "Kami memiliki tanggung jawab kemanusiaan," katanya.
Haßelmann menambahkan bahwa saat ini di Afghanistan terdapat rezim teroris Taliban yang brutal. Banyak orang, terutama wanita, anak-anak, serta para pembela hak asasi manusia, berada dalam bahaya. "Kami telah memberikan janji yang mengikat secara hukum untuk menerima mereka, dan oleh karena itu, adalah hal yang benar dan perlu untuk melanjutkan proses ini."
Kondisi di Afghanistan saat ini memang semakin memprihatinkan, dan tindakan pemerintah Jerman dalam menerima pengungsi merupakan langkah penting untuk melindungi mereka yang terancam. Masyarakat internasional terus mengamati perkembangan ini dengan penuh perhatian.
Jerman Afghanistan pengungsi CDU Taliban