Universitas Aix-Marseille di Prancis baru-baru ini meluncurkan program bernama 'Safe Space for Science' untuk membantu ilmuwan yang risetnya terancam akibat pemotongan dana besar-besaran oleh pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat.
Program ini dibuka pada bulan Maret dan telah menerima banyak pendaftar. Universitas berharap ilmuwan pertama akan tiba di Prancis dalam beberapa minggu ke depan. Setiap peneliti yang diterima dalam program ini akan mendapatkan dana antara €600.000 hingga €800.000 selama tiga tahun untuk melanjutkan penelitian mereka. Terdapat 20 posisi yang tersedia dalam program ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, para ilmuwan dan akademisi di AS berjuang untuk menghadapi hilangnya dana yang tiba-tiba akibat perubahan kebijakan di pemerintahan baru. Pendanaan federal untuk proyek penelitian telah dipotong di beberapa universitas, khususnya yang dianggap mendukung keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Beberapa bagian dari NASA juga akan ditutup, menambah kekhawatiran di kalangan peneliti.
Direktur Universitas Aix-Marseille, Eric Berton, menyatakan harapannya untuk menciptakan status baru yaitu 'ilmuwan pengungsi' dan menyambut lebih banyak peneliti dari AS ke Prancis dan Eropa. "Kami ingin memberikan tempat yang aman bagi mereka untuk melanjutkan penelitian yang penting," ujar Berton.
Baru-baru ini, mantan Presiden Prancis, Francois Hollande, juga mengajukan undang-undang untuk menetapkan status ilmuwan pengungsi ini di parlemen Prancis.
Dengan inisiatif ini, diharapkan para ilmuwan yang terancam dapat menemukan dukungan dan kesempatan baru untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Aix-Marseille University ilmuwan pemotongan dana Trump Prancis