Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pengacara Hamas Tuntut Jenrick Atas Pernyataan Berbahaya

Pengacara yang mewakili kelompok Hamas mengajukan protes terhadap mantan menteri Robert Jenrick. Mereka menuduh Jenrick telah mengancam keselamatan para pengacara dengan menyatakan bahwa mereka menunjukkan "simpati terhadap teroris" karena mewakili kelompok Palestina tersebut.

Firma hukum Riverway Law, yang menangani permohonan hukum untuk mencabut larangan terhadap Hamas di Inggris, telah mengirim surat kepada Sekretaris Kehakiman Shabana Mahmood. Dalam surat tersebut, pengacara Fahad Ansari meminta Mahmood untuk mengutuk pernyataan Jenrick yang dianggapnya berbahaya.

Ansari menekankan bahwa komentar yang dilontarkan oleh mantan menteri imigrasi itu tidak hanya bersifat provokatif, tetapi juga dapat membahayakan dirinya sendiri serta pengacara lain yang mewakili Hamas. "Tuan Jenrick memiliki catatan buruk dalam menyerang bukan hanya pengacara, tetapi juga hakim independen," tulis Ansari dalam suratnya.

Dia menambahkan, "Komentar-komentarnya tidak hanya sembrono dan merugikan, tetapi juga merupakan hasutan terhadap anggota staf kami." Ansari juga mengingatkan tentang konsekuensi yang mungkin terjadi akibat kata-kata Jenrick dengan menyebut kasus pembunuhan pengacara Pat Finucane dan Rosemary Nelson di Irlandia Utara. Mereka dibunuh oleh paramiliter setia karena mewakili anggota yang diduga dari Tentara Republik Irlandia, sebuah kelompok militan yang dilarang.

Sebelumnya, Jenrick menyebut mereka yang berusaha membalikkan larangan Inggris terhadap Hamas sebagai "berperan sebagai juru bicara organisasi teroris". Ia juga mendesak Otoritas Regulasi Pengacara untuk menyelidiki dan mungkin mencabut izin praktik mereka.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Jenrick mengatakan, "Sungguh keterlaluan bahwa para profesional hukum di negara ini berusaha melegitimasi kelompok teroris yang melakukan genosida. Publik Inggris tidak akan mentolerir ini."

Isu ini memicu perdebatan hangat di Inggris mengenai kebebasan berpendapat dan hak untuk memberikan pembelaan hukum, terutama bagi kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik yang kompleks seperti yang terjadi di Palestina.

library_books Middleeasteye