Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

ICE Bayar Palantir $30 Juta untuk Pantau Deportasi

Washington D.C. - Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) mengumumkan bahwa mereka akan membayar perusahaan perangkat lunak Palantir sebesar $30 juta untuk menyediakan alat yang dapat memberikan "visibilitas hampir real-time" mengenai orang-orang yang melakukan self-deportation atau kembali ke negara asal mereka secara sukarela. Kontrak ini terungkap dalam dokumen yang diterbitkan di federal register pada hari Kamis lalu.

Alat yang disediakan oleh Palantir ini juga akan membantu ICE dalam memilih siapa yang akan dideportasi, dengan memberikan prioritas khusus kepada mereka yang "visa overstays", yaitu orang-orang yang tinggal di Amerika lebih lama dari waktu yang diizinkan oleh visa mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ICE ingin lebih efektif dalam mengelola proses deportasi.

Palantir telah menjadi kontraktor untuk ICE sejak tahun 2011, namun dokumen yang diterbitkan baru-baru ini menunjukkan bahwa Palantir ingin memberikan kemampuan baru kepada ICE. Saat ini, tidak ada alat yang diketahui publik yang digunakan oleh ICE untuk melacak self-deportation dalam hampir real-time.

Langkah ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa orang mendukung upaya ini untuk meningkatkan penegakan hukum imigrasi, sementara yang lain mengkhawatirkan privasi dan hak asasi manusia orang-orang yang terlibat.

ICE bertujuan untuk menggunakan teknologi canggih untuk membantu dalam tugas mereka, meskipun hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak sosial dari tindakan tersebut dan bagaimana alat ini akan digunakan dalam praktiknya.

Dengan pembayaran sebesar $30 juta, diharapkan ICE dapat meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait imigrasi, namun hal ini juga memerlukan pengawasan agar tidak melanggar hak-hak individu.

library_books Wired