Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengungkapkan pandangannya yang kontroversial mengenai tawanan dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Galei Israel pada hari Senin. Menurut Smotrich, meskipun mengembalikan tawanan itu penting, ia menyatakan bahwa "itu bukanlah tujuan yang paling utama".
Smotrich menekankan perlunya mengatasi masalah Gaza secara menyeluruh. "Kita memiliki kesempatan yang sangat besar, dan semua alasan untuk tidak bertindak sudah hilang: tidak ada Biden, tidak ada [Menteri Pertahanan] Gallant, dan tidak ada mantan kepala staf IDF," ujar Smotrich.
Pernyataan ini memicu kemarahan dari keluarga para tawanan. Mereka merespons dengan menyatakan bahwa pernyataan Smotrich sangat memalukan. "Keluarga hanya memiliki satu kata pagi ini: malu," kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Einav Zangauker, seorang ibu dari tawanan, mengatakan, "Satu-satunya kebenaran adalah bahwa [Smotrich] bersedia mengorbankan Matan saya dan seluruh negara untuk ilusi mesianik dan psikotiknya."
Di tengah ketegangan ini, sebuah jajak pendapat baru menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel mendukung kesepakatan untuk mengamankan pembebasan tawanan yang ditahan oleh Hamas dengan imbalan penghentian perang di Gaza dan pembebasan tahanan Palestina. Jajak pendapat yang dilakukan oleh Kantar Institute dan dipublikasikan oleh penyiar negara Israel Kan, menunjukkan bahwa 56% responden mendukung kesepakatan tersebut, sementara 22% menolak.
Jajak pendapat ini juga menunjukkan adanya perubahan dalam sentimen politik, dengan partai Likud yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendapatkan dukungan lebih banyak di parlemen, sementara dukungan untuk partai Yesh Atid yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Yair Lapid mengalami penurunan.
Israel Bezalel Smotrich tawanan Gaza Kantar Institute