Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Legenda Gunung Lawu, Mbok Yem, Meninggal Dunia

Magetan, Jawa Timur – Legenda Gunung Lawu, Wakiyem atau lebih dikenal dengan nama Mbok Yem, telah meninggal dunia di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, pada Rabu, 23 April 2025. Ia meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB setelah sebelumnya menjalani perawatan jalan di RSU Aisyiyah Ponorogo.

Menurut juru bicara keluarga, Syaiful Gimbal, Mbok Yem menghabiskan waktu terakhirnya di rumah. "Benar, meninggalnya di rumah tadi sekitar pukul 13.30 WIB," jelas Syaiful.

Mbok Yem dikenal sebagai sosok legendaris di Puncak Gunung Lawu. Sejak tahun 1980-an, ia membuka warung makan pertama di puncak gunung tersebut. Warungnya menjadi tempat persinggahan bagi para pendaki yang membutuhkan kehangatan dan makanan saat berada di puncak yang dingin.

Nama asli Mbok Yem adalah Wakiyem. Ia menjadi terkenal karena ketekunannya dalam melayani para pendaki yang datang dari berbagai daerah. Warungnya tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi tempat untuk beristirahat dan bersosialisasi bagi para pendaki.

Sejak saat itu, Mbok Yem telah menjadi simbol dari Gunung Lawu. Banyak pendaki yang menyebutnya sebagai "ibu" mereka saat berada di puncak. Kehilangan Mbok Yem meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah merasakan keramahan dan kehangatan dari warungnya.

Mbok Yem adalah contoh nyata dari semangat dan ketekunan. Dia tidak hanya membuka warung, tetapi juga menciptakan kenangan indah bagi setiap orang yang mendaki Gunung Lawu. Warungnya telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya pendakian di Indonesia.

Kehilangan Mbok Yem adalah kehilangan bagi dunia pendakian, tetapi warungnya dan kenangannya akan selalu hidup di hati para pendaki.

library_books Antaranewscom