Istanbul, Turki – Sejumlah demonstran berkumpul di Istanbul untuk menyampaikan protes mereka terhadap larangan sebagian kaiserschnitt yang baru diumumkan oleh pemerintah Turki. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah berita tentang larangan tersebut menjadi viral di media sosial. Para demonstran mengangkat spanduk dengan tulisan "Mein Körper – meine Entscheidung" yang berarti "Tubuh saya – keputusan saya".
Larangan ini khususnya berlaku untuk kaiserschnitt yang dilakukan di pusat-pusat medis yang tidak memiliki fasilitas lengkap seperti ruang bersalin atau kemampuan untuk merawat pasien secara inap. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan perempuan yang merasa hak mereka untuk memilih cara melahirkan sedang diabaikan.
"Ada masalah yang jauh lebih penting yang perlu diperhatikan, seperti antrian panjang untuk mendapatkan janji temu dengan dokter spesialis kandungan, dan kurangnya akses terhadap vaksinasi kanker serviks," kata seorang pembicara dalam demonstrasi tersebut. "Alih-alih membantu kami, pemerintah justru ingin mengatur bagaimana kami seharusnya melahirkan."
Turki merupakan salah satu negara dengan angka kaiserschnitt tertinggi di dunia. Dr. Gizem Karadeniz, seorang dokter kandungan, menjelaskan bahwa banyak wanita memilih untuk menjalani operasi ini karena merasa takut menghadapi persalinan normal.
Alih-alih memberikan edukasi yang dibutuhkan, pemerintah Turki baru-baru ini meluncurkan kampanye iklan yang mendukung kelahiran normal. Kampanye ini termasuk aksi para pemain sepak bola dari klub Sivasspor yang berjalan di lapangan dengan spanduk besar bertuliskan "Natürliche Geburt ist natürlich" atau "Kelahiran alami adalah alami".
Presiden Recep Tayyip Erdoğan menanggapi kritik terhadap kebijakan ini dengan mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan mengingat angka kelahiran yang semakin menurun. "Jika kami tidak bertindak, negara ini akan menghadapi masalah di masa depan. Kami tidak bisa mengabaikan ancaman yang akan datang dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Apakah kami harus tetap diam hanya karena kamu merasa tidak nyaman?" ungkapnya.
Dengan adanya protes ini, tampaknya isu hak perempuan dalam memilih cara melahirkan akan terus menjadi perdebatan di masyarakat Turki.
demonstrasi Istanbul larangan kaiserschnitt Turki