Departemen Transportasi Amerika Serikat baru saja mengeluarkan kerangka kerja baru yang mengubah cara pelaporan kecelakaan bagi produsen mobil otonom dan fitur bantuan pengemudi canggih. Aturan ini memberikan keuntungan bagi pengembang mobil otonom yang selama ini mengeluhkan bahwa persyaratan pelaporan kecelakaan federal terlalu berat dan berlebihan.
Dengan aturan baru ini, perusahaan mobil tidak perlu lagi melaporkan banyak informasi detail mengenai kecelakaan kepada pemerintah. Ini termasuk informasi tentang versi otomatisasi yang terlibat dalam kecelakaan dan narasi seputar kecelakaan tersebut. Alasan di balik perubahan ini adalah bahwa informasi tersebut dianggap sebagai "informasi bisnis yang bersifat rahasia".
Sebelumnya, pengembang kendaraan otonom seperti Waymo dan Zoox diwajibkan untuk melaporkan semua kecelakaan, namun dengan aturan baru, mereka tidak perlu melaporkan kecelakaan yang menyebabkan kerusakan properti di bawah $1.000, asalkan kecelakaan tersebut tidak melibatkan mobil otonom yang menabrak kendaraan atau objek lain sendiri.
Selain itu, bagi produsen fitur bantuan pengemudi canggih, seperti Full Self-Driving, mereka hanya perlu melaporkan kecelakaan jika mengakibatkan kematian, rawat inap, penyebaran kantung udara, atau jika melibatkan pengguna jalan yang rentan, seperti pejalan kaki atau pengendara sepeda. Namun, mereka tidak perlu melaporkan kecelakaan jika hanya kendaraan tersebut perlu ditarik tanpa adanya cedera serius.
Perubahan ini tentu saja akan membatasi informasi yang tersedia bagi mereka yang mengawasi dan mempelajari kendaraan otonom dan fitur bantuan pengemudi. Meskipun teknologi ini berkaitan erat dengan keselamatan publik, banyak perusahaan lebih memilih untuk menjaga informasi tersebut dari publik karena melibatkan sistem yang mereka kembangkan dengan biaya miliaran dolar.
mobil otonom pelaporan kecelakaan Departemen Transportasi aturan baru