PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal dengan pengelolaan Cinema XXI, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka mengalami kerugian sebesar Rp69,42 miliar pada Triwulan I tahun 2025. Angka ini sangat berbeda dibandingkan dengan kinerja mereka pada Triwulan I tahun 2024, ketika perusahaan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp141,56 miliar.
Direktur Utama CNMA, Suryo Suherman, menjelaskan bahwa kerugian ini disebabkan oleh periode Ramadan yang berlangsung pada bulan Maret 2025. Selama Ramadan, banyak orang yang mengubah prioritas dan pola konsumsi mereka, termasuk pengunjung yang datang ke bioskop.
"Secara historis, operasional perusahaan selama Ramadan selalu mengalami penurunan penonton bioskop. Pengunjung yang datang pun cenderung mengurangi konsumsi makanan ringan," kata Suryo dalam keterangan resminya pada Kamis, 24 April 2025.
Fenomena ini menunjukkan bahwa saat bulan puasa, kebiasaan menonton film di bioskop berkurang. Hal ini bisa dipahami karena banyak orang yang memilih untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga.
Dengan kondisi ini, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk perlu mencari strategi baru untuk menarik kembali penonton ke bioskop mereka, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga di waktu-waktu lainnya.
Perusahaan diharapkan dapat bangkit kembali dan meningkatkan kinerja mereka di triwulan selanjutnya, mengingat industri perfilman di Indonesia sangat dinamis dan penuh tantangan.
Cinema XXI kerugian Triwulan I 2025 Ramadan Suryo Suherman