PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) mengumumkan bahwa mereka sedang dalam proses akuisisi oleh salah satu investor dari China, yaitu Zhengyu Global Trading. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PGJO, Adi Putera Widjaja, sebagai respon terhadap permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam surat yang dikirimkan oleh Zhengyu pada tanggal 17 April 2025, mereka menginformasikan rencana untuk mengakuisisi 61,96 persen saham PGJO. Proses akuisisi ini masih dalam tahap negosiasi dan pihak Zhengyu sedang bekerja keras untuk menyelesaikannya.
Saham yang akan diakuisisi tersebut berasal dari beberapa pemegang saham, termasuk PT Surya Capital Tbk (SFAN), Henri Widodo, Ing Ing Cindy Eva, Claudia Ingkiriwang, Ellen Yaunry Luassa, dan Adi Putera Widjaja sendiri.
Adi Putera menjelaskan, "Proses negosiasi masih tengah berlangsung. Soal struktur pemegang saham nantinya pasca akuisisi, kami selaku manajemen belum memperoleh informasi, termasuk juga terkait ultimate beneficial owner di balik Zhengyu." Pernyataan ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu dipahami mengenai struktur kepemilikan saham setelah akuisisi selesai.
Proses akuisisi ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama investor yang mengikuti perkembangan perusahaan di pasar saham. PGJO merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pariwisata dan memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan.
Pihak PGJO berkomitmen untuk memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan proses akuisisi ini. Investor dan masyarakat diharapkan dapat mengikuti berita terbaru untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Dengan adanya akuisisi ini, diharapkan PGJO dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanannya, serta memperluas jaringan kerjasamanya di pasar internasional.
PGJO akuisisi Zhengyu Global Trading saham investasi