Paus Fransiskus, atau yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, telah dimakamkan dengan cara yang cukup unik. Ia memilih untuk dimakamkan jauh dari Vatikan, tempat yang biasanya menjadi lokasi pemakaman para Paus sebelumnya. Pemilihan lokasi ini menimbulkan berbagai tanggapan dan refleksi tentang sikapnya selama menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik.
Setelah upacara pemakaman yang dihadiri oleh banyak pemimpin dunia, termasuk presiden dan perdana menteri, jenazah Paus Fransiskus diantar ke lokasi pemakaman. Namun, di saat yang sama, sekelompok warga miskin yang tinggal di Roma juga menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka adalah orang-orang yang mungkin selama ini merasakan perhatian dan kasih sayang dari Paus.
Pemakaman ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga mencerminkan ketegangan yang ada dalam Gereja Katolik yang merupakan gereja Kristen terbesar di dunia. Banyak orang merasa bahwa pemilihan lokasi pemakaman ini membawa pesan yang mendalam tentang kesederhanaan dan kepedulian terhadap orang-orang yang kurang beruntung.
Kedua upacara, yang satu megah dan dihadiri oleh para pemimpin dunia, dan yang satu lagi lebih sederhana dengan kehadiran masyarakat biasa, menggambarkan dua sisi yang berbeda dalam Gereja Katolik. Ini bisa jadi menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan pengganti Paus Fransiskus di masa mendatang.
Dengan demikian, pemakaman Paus Fransiskus tidak hanya menjadi peristiwa sedih, tetapi juga momen refleksi bagi banyak orang tentang nilai-nilai yang ingin dibawa oleh Gereja Katolik ke depan.
Paus Fransiskus pemakaman Vatikan Romawi Presiden