Setelah pemakaman Papst Franziskus, ribuan umat Katolik berbondong-bondong mengunjungi makamnya di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma. Papst Franziskus, yang merupakan pemimpin Gereja Katolik Roma, meninggal dunia pada usia 88 tahun pada hari Senin Paskah. Di atas nisan, terdapat sebuah bunga mawar putih dengan ukiran nama "Franciscus", nama Latin dari Papst.
Pemakaman dan upacara perpisahan berlangsung pada hari Sabtu, dihadiri oleh ratusan ribu orang, termasuk banyak kepala negara dan pejabat tinggi lainnya. Sebuah cahaya hangat menerangi makam dan juga salib yang dipajang di dinding di atasnya.
Ketika umat berziarah lewat, banyak di antara mereka yang membuat tanda salib dan mengambil foto menggunakan ponsel mereka. Para petugas keamanan meminta mereka untuk terus bergerak agar orang-orang lainnya juga bisa melihat makam Papst. Di luar basilika, terlihat antrean panjang orang yang ingin berziarah.
Elias Caravalhal, seorang penduduk Roma, mengatakan, "Bagi saya, Papst Franziskus adalah sebuah inspirasi, seorang penunjuk jalan." Ia mengatakan tidak dapat memberikan penghormatan terakhir di Petersdom, sehingga ia datang ke makam untuk mengucapkan terima kasih kepada Biskop Roma "atas semua yang telah dilakukannya."
Rosario Correale, seorang wanita dari kota Salerno, Italia, juga berbagi perasaannya saat melihat makam. Ia menyatakan, "Saya merasakan emosi yang kuat. Saya melihat betapa tersentuhnya orang-orang di sini. Ia telah meninggalkan kesan yang mendalam pada kami."
Kunjungan ke makam Papst Franziskus menunjukkan betapa besar pengaruhnya di kalangan umat Katolik dan betapa banyak orang yang merasa terhubung dengan warisannya.
Papst Franziskus Roma pemakaman umat Katolik basilika