Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mahmoud Abbas Lantik Hussein al-Sheikh Sebagai Wakil Presiden

Pada hari Sabtu, Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengumumkan penunjukan Hussein al-Sheikh sebagai wakil presiden negara Palestina dan juga sebagai anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Ini adalah dua posisi baru yang diciptakan untuk memperkuat kepemimpinan di Palestina.

Penunjukan al-Sheikh disetujui dalam sebuah rapat komite eksekutif PLO pada hari yang sama. Setelah penunjukannya, al-Sheikh mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Abbas melalui sebuah postingan di Facebook. "Tuan Presiden, penjaga yang terpercaya. Terima kasih yang tulus atas kepercayaan Anda," tulisnya.

Ia menambahkan, "Dengan sumpah kepada Tuhan, Palestina, dan para syuhada, kami akan menjaga amanah ini dan melindungi kepercayaan yang telah Anda berikan kepada saya. Terima kasih dengan loyalitas yang sama besarnya seperti yang Anda layak dan wujudkan."

Hussein al-Sheikh adalah orang yang dekat dengan Mahmoud Abbas. Sebelumnya, ia menjabat sebagai menteri yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan masalah keamanan dengan pendudukan Israel. Oleh karena itu, ia memiliki hubungan yang erat dengan para pemimpin militer Israel dan juga menjalin hubungan baik dengan diplomat Amerika.

Pada tahun 2022, Abbas juga telah mengangkat al-Sheikh sebagai sekretaris jenderal komite eksekutif PLO, yang merupakan posisi kedua tertinggi dalam organisasi tersebut. Meskipun memiliki posisi yang tinggi di dalam PA dan hubungan yang baik dengan pejabat Israel dan Amerika, al-Sheikh tidak memiliki dukungan populer di kalangan rakyat Palestina. Sebuah survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina menunjukkan bahwa jika pemilihan presiden diadakan pada tahun 2022, al-Sheikh hanya akan mendapatkan 3 persen suara.

Penunjukan al-Sheikh menuai kritik dari Hamas, yang menyebutnya sebagai "dikte eksternal" dan "penegasan monopoli dan eksklusi". Gerakan ini juga menyatakan bahwa penunjukan tersebut "kurang konsensus nasional" dan "tidak mencerminkan kehendak rakyat Palestina."

Dengan penunjukan ini, masa depan politik Palestina semakin menarik untuk diperhatikan, terutama dengan tantangan yang dihadapi oleh kepemimpinan saat ini.

library_books Middleeasteye