Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Amnesty International: Krisahak Asasi Manusia Global di Bawah Trump

Amnesty International mengeluarkan laporan tahunan yang menyatakan bahwa dunia saat ini berada dalam "krisis hak asasi manusia global". Dalam laporan tersebut, organisasi ini menyoroti peran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai "penyebab utama" yang memperburuk situasi ini.

Generalsekretärin Amnesty, Julia Duchrow, menjelaskan bahwa jika Trump terpilih kembali, hal ini bisa menjadi akhir dari berbagai aturan dan lembaga yang dibentuk setelah Perang Dunia Kedua. Aturan-aturan ini dirancang untuk menjaga perdamaian, kebebasan, dan martabat semua orang di seluruh dunia. Menurut Duchrow, keadaan ini sangat mengkhawatirkan bagi jutaan orang.

Laporan tersebut mencatat bahwa setelah 100 hari pemerintahan baru di AS, tren negatif yang terjadi selama beberapa tahun terakhir semakin parah. Salah satu isu utama adalah pemotongan bantuan kemanusiaan yang dapat membahayakan kehidupan jutaan orang.

Duchrow mengungkapkan bahwa lembaga bantuan pembangunan Amerika, USAID, yang memiliki peran penting dalam memberikan bantuan ke Afrika, akan dibubarkan hingga tanggal 1 Juli. Ini berarti bahwa banyak negara yang bergantung pada bantuan tersebut akan menghadapi kesulitan yang lebih besar.

Dalam konteks ini, Amnesty International menyerukan agar semua negara dan pemimpin dunia untuk memperhatikan kondisi hak asasi manusia dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi martabat setiap individu. Laporan ini menjadi pengingat bahwa tantangan dalam menjaga hak asasi manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab satu negara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat internasional.

library_books Tagesschau