Para ilmuwan telah menciptakan xenobot, yaitu robot hidup mini yang terbuat dari sel katak. Yang menarik, xenobot kini dapat memperbanyak diri, sebuah kemampuan yang belum pernah terlihat sebelumnya pada organisme multiseluler.
Xenobot pertama kali dikembangkan pada tahun 2020 untuk melakukan tugas-tugas sederhana seperti memindahkan objek. Namun, baru-baru ini, para ilmuwan berhasil membuat kemajuan besar. Xenobot kini dapat berenang, mengumpulkan sel katak yang lepas, dan membangun salinan baru dari diri mereka sendiri. Proses ini dikenal dengan nama kinematic self-replication, yang bekerja mirip dengan permainan Pac-Man. Mereka menggunakan "mulut" berbentuk C untuk mengambil sel dan membentuk keturunan mereka.
Peran kecerdasan buatan (AI) sangat penting dalam penemuan ini. Para ilmuwan menggunakan superkomputer untuk menguji miliaran bentuk dan menemukan bahwa bentuk C adalah yang paling efektif. Berkat desain ini, xenobot sekarang dapat memproduksi hingga lima generasi keturunan dalam kondisi yang tepat.
Kemajuan dalam teknologi ini membuka berbagai kemungkinan baru di bidang bioteknologi dan robotika. Xenobot dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengobatan hingga pemulihan lingkungan. Dengan kemampuan mereka untuk memperbanyak diri, xenobot menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk membantu manusia dan lingkungan.
Inovasi ini menunjukkan betapa cepatnya perkembangan teknologi dan sains hari ini. Para ilmuwan berharap untuk terus mengembangkan xenobot dan menemukan lebih banyak cara untuk memanfaatkannya di masa depan.
xenobot robot hidup sel katak bioteknologi inovasi AI