Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Flushing: Surga Kuliner Asia di New York

Flushing, Queens, dikenal sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di New York, dan dianggap sebagai Chinatown terbesar di luar Asia. Menurut perkiraan, ada sekitar 100.000 penduduk Tiongkok yang tinggal di sini. Bagi banyak orang, Flushing adalah tempat yang istimewa, di mana wajah Asia tidak menjadi hal yang aneh.

Di Flushing, Anda akan menemukan beragam makanan Asia terbaik, mulai dari mi yang ditarik tangan hingga Wagyu panggang. Bahkan, di supermarket, Anda bisa menemukan keripik dengan rasa sushi, hotpot, dan daging babi panggang. Penjual makanan jalanan juga menawarkan nasi ketan yang dibungkus daun teratai dan dumpling yang diisi daging serta daun bawang.

Amanda Chu, seorang penduduk asli Flushing, mengenang masa kecilnya yang dikelilingi oleh restoran. "Saya lahir dan dibesarkan di dunia restoran Flushing. Ibu saya bekerja sebagai pelayan dan ayah saya sebagai juru masak. Saya tumbuh besar dengan sisa makanan restoran, dan setelah sekolah, teman-teman saya dan saya sering naik bus Q17 menuju berbagai kedai bubble tea di Main Street," ujarnya.

Flushing memang menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Di kawasan ini, Anda tidak hanya bisa menikmati dim sum dan Peking duck, tetapi juga berbagai pilihan makanan lainnya yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya Asia. Ini adalah tempat di mana sejarah dan masa depan bertemu dalam setiap gigitan makanan.

Dengan semakin banyaknya pusat perbelanjaan mewah yang menggantikan toko-toko kecil, Flushing tetap bertahan sebagai surga kuliner. Dari hidangan tradisional hingga inovasi baru, tidak ada yang akan pulang dengan perut kosong setelah mengunjungi Flushing.

library_books Ftglobetrotter