Pada hari Rabu, 133 kardinal memasuki Kapel Sistina di Vatikan untuk memulai pemungutan suara pertama dalam pemilihan paus baru. Acara ini segera menarik perhatian publik di media sosial, di mana banyak orang berbagi meme, spekulasi, dan antusiasme terhadap prosedur yang dilakukan di Vatikan.
Suasana di internet mencerminkan kombinasi antara liturgi yang khidmat dan budaya penggemar. Banyak orang mulai mendorong calon paus favorit mereka, membagikan editan gambar kardinal favorit, dan membahas ritual yang telah ada selama berabad-abad seolah-olah itu adalah adegan dari film.
Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian umat Katolik saja. Protokol suksesi Gereja Katolik telah menjadi semacam fandom, mirip dengan braket yang digunakan dalam turnamen olahraga, tetapi kali ini untuk para pangeran Gereja.
Tanya kenapa internet, yang dikenal tidak terlalu mendalam dalam hal pemahaman liturgi, sangat terobsesi dengan konklaf paus? Salah satu alasannya adalah dramanya. Konklaf memiliki semua ciri khas dari program televisi prestisius atau film yang dinominasikan Oscar: pertemuan rahasia, ritual kuno, perebutan kekuasaan, dan keputusan bersejarah yang dibuat di balik pintu tertutup. Ditambah dengan tradisi yang telah berabad-abad, kostum yang megah, dan cerobong asap Kapel Sistina yang selalu diperhatikan, maka ceritanya menjadi sangat menarik.
Selama beberapa hari ke depan, semua mata akan tertuju pada hasil pemungutan suara ini. Apakah salah satu kardinal akan terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
kardinal paus baru Kapel Sistina Vatican internet