Meta, perusahaan teknologi besar, sedang mencari mantan pejabat Pentagon untuk membantu menjual layanan realitas virtual (VR) dan kecerdasan buatan (AI) kepada pemerintah federal Amerika Serikat. Menurut laporan dari Forbes, beberapa mantan pejabat pemerintah telah mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui upaya perekrutan ini.
Perusahaan ini telah membuka model AI mereka, yang disebut Llama, untuk penggunaan militer. Meta sudah lama memiliki pelobi di Washington D.C., tetapi saat ini, perusahaan tersebut sedang memperluas upayanya untuk mendapatkan kontrak pemerintah yang menguntungkan. Hal ini terlihat dari hampir enam posisi yang sedang dibuka, termasuk dua manajer kebijakan publik.
Salah satu posisi yang dicari adalah manajer yang akan fokus pada hubungan dengan Gedung Putih. Posisi ini diharapkan diisi oleh seseorang yang memiliki izin keamanan dan pengalaman kerja sebelumnya di Pentagon. Tugas mereka adalah memimpin upaya untuk menjangkau berbagai lembaga yang berhubungan dengan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri di dalam cabang eksekutif pemerintah AS.
Upaya Meta untuk meningkatkan keterlibatannya dengan pemerintah AS menunjukkan ambisi mereka dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk kepentingan militer dan keamanan. Dengan semakin meningkatnya ketergantungan pada teknologi dalam sektor publik, langkah ini bisa membuka peluang baru bagi Meta dalam dunia kontrak pemerintah.
Meta terus berupaya untuk memperkuat posisinya dalam industri teknologi sambil menavigasi tantangan yang muncul dari regulasi dan kebutuhan akan keamanan nasional. Dengan merekrut mantan pejabat senior, perusahaan ini berharap dapat membangun hubungan yang kuat dan memanfaatkan pengalaman mereka dalam menjual produk dan layanan teknologi ke pemerintah.
Meta Pentagon keamanan nasional teknologi AI