Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Margot Friedländer, Penyintas Holocaust, Meninggal di Usia 103 Tahun

Margot Friedländer, seorang penyintas Holocaust, telah meninggal dunia pada hari Jumat lalu di usia 103 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Margot Friedländer Stiftung di Berlin. Friedländer dikenal sebagai sosok yang gigih dalam mengingat sejarah kelam yang dialaminya, terutama untuk generasi muda.

Lahir pada tahun 1921 dalam sebuah keluarga Yahudi, Margot mengalami tragedi besar ketika ibunya dan saudaranya dibunuh di Konzentrationslager Auschwitz. Meskipun berada dalam bahaya, ia berhasil bersembunyi berkat banyak orang yang membantunya. Namun, ia akhirnya ditangkap dan dideportasi ke Konzentrationslager Theresienstadt. Di sana, ia bertahan hidup, bersama dengan suaminya yang kemudian menikah dan pindah ke Amerika.

Setelah kehilangan suaminya, pada usia hampir 88 tahun, Friedländer memutuskan untuk kembali ke Berlin, kota asalnya, yang juga merupakan negara tempat para pelaku kejahatan hidup. "Hass adalah sesuatu yang asing bagi saya," ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Friedländer dikenal luas berkat dokumenter yang menceritakan kisah hidupnya dan memoir yang ditulisnya. Ia aktif berbicara di depan para siswa dan dalam acara-acara peringatan resmi. Upayanya untuk mengingat sejarah telah mengantarkannya pada banyak penghargaan, termasuk Bundesverdienstkreuz yang diterimanya pada tahun 2011.

Salah satu pesan yang selalu ia sampaikan adalah, "Apa yang telah terjadi tidak bisa kita ubah, tetapi hal ini tidak boleh terulang lagi." Komitmennya untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya mengingat sejarah membuatnya menjadi sosok yang sangat dihormati di masyarakat.

Margot Friedländer akan selalu dikenang sebagai simbol harapan dan ketahanan, meskipun ia adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dari Holocaust. Kematian Friedländer meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang yang menghargai perjuangannya melawan lupa terhadap sejarah.

library_books Tagesschau