Fabian Schmidt, seorang teknisi listrik berusia 34 tahun, telah dibebaskan setelah 62 hari ditahan di Amerika Serikat. Kabar ini disampaikan oleh Fabian dan pasangan hidupnya melalui akun Facebook mereka, "Fabian ist frei und Zuhause" yang artinya "Fabian sudah bebas dan di rumah". Mereka mengungkapkan rasa terima kasih dan kebahagiaan mereka, "Kami sangat terharu dengan cinta yang kami terima," tulis mereka.
Fabian datang ke Amerika Serikat sebagai pelajar pada usia 16 tahun. Selama tinggal di sana, ia bertemu dengan pasangan hidupnya dan mereka kini memiliki seorang anak. Ia memiliki Greencard, yaitu izin tinggal yang memungkinkan dirinya tinggal di AS tanpa batasan waktu dan haknya setara dengan warga negara AS.
Pada tanggal 7 Maret, Fabian ditangkap di Bandara Boston saat pulang dari perjalanan ke Jerman. Ia ditahan di area deportasi, tetapi tidak ada tuduhan spesifik yang disampaikan kepadanya. Selama interogasi, pihak berwenang terus menanyakan tentang kasus narkoba yang terjadi sepuluh tahun lalu di California. Menurut ibunya, kasus tersebut hanya dianggap sebagai pelanggaran ringan. Namun, alasan di balik penangkapan ini masih belum jelas, bahkan bagi pengacaranya.
Selama masa tahanan, Fabian berada di Donald W. Wyatt Detention Center, sebuah penjara dengan tingkat keamanan tinggi. Dia awalnya berbagi sel dengan seorang narapidana yang terlibat dalam perampokan toko senjata. Fabian mengungkapkan bahwa ada banyak konflik antara geng-geng yang berseteru di dalam penjara.
Setelah 62 hari dalam penahanan, Fabian akhirnya mendapatkan sidang di pengadilan. Hakim memutuskan untuk membebaskannya segera. Keputusan ini merupakan kabar baik bagi keluarga Fabian, yang telah menantikan kepulangannya.
Selain itu, Konsulat Jenderal Jerman di Boston juga memberikan dukungan yang intensif untuk Fabian. Kementerian Luar Negeri Jerman mengkritik keras penolakan pihak berwenang AS untuk memberikan bantuan konsuler kepada Fabian dengan segera. Menurut "Konvensi Wina" yang ditandatangani pada tahun 1967, setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan bantuan konsuler jika mereka ditahan di negara asing.
Kisah Fabian Schmidt ini menjadi perhatian banyak orang, terutama terkait dengan perlakuan terhadap warga asing di Amerika Serikat. Kasus ini menunjukkan pentingnya dukungan konsuler dan perlindungan hak-hak individu, terutama dalam situasi yang rumit seperti penahanan imigrasi.
Fabian Schmidt tahanan Amerika konsulat berita