Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Meksiko Gugat Google Karena Nama Teluk

Meksiko telah menggugat raksasa internet Google karena menyebut Teluk Meksiko sebagai "Teluk Amerika" dalam layanan Peta mereka. Gugatan ini disampaikan oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada hari Jumat, 9 Mei. Hingga saat ini, Google belum memberikan komentar mengenai masalah ini.

Perubahan nama ini terjadi pada bulan Februari ketika Google mengubah sebutan untuk badan air yang telah digunakan selama lebih dari 400 tahun tersebut menjadi "Teluk Amerika" untuk pengguna di Amerika Serikat. Perubahan ini dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump, secara sepihak mengubah nama tersebut melalui sebuah perintah eksekutif.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Meksiko telah mengirimkan surat kepada Google, meminta agar mereka tidak menyebut perairan teritorial Meksiko dengan nama "Teluk Amerika". Mereka menganggap bahwa nama tersebut tidak sesuai dan dapat memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat Meksiko.

Google menjelaskan bahwa perubahan nama tersebut merupakan bagian dari "praktik yang telah lama ada" dalam mengikuti perubahan nama yang diperbaharui oleh sumber resmi pemerintah. Namun, untuk pengguna di luar AS, kedua nama tersebut tetap ditampilkan.

Isu ini menunjukkan betapa pentingnya nama dan identitas geografis, terutama bagi negara yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang panjang seperti Meksiko. Dengan langkah hukum ini, Meksiko berupaya melindungi warisan dan identitas mereka di dunia digital.

library_books Dwnews