Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Asal Usul Hari Ibu yang Kita Rayakan Sekarang

Hari Ibu, yang dirayakan setiap tahun pada Minggu kedua di bulan Mei, memiliki sejarah yang menarik. Awalnya, perayaan ini berasal dari Amerika Serikat. Tokoh utama di balik penciptaan Hari Ibu adalah Anna Marie Jarvis, seorang perempuan asal Amerika.

Pada tanggal 12 Mei 1907, Anna mengadakan sebuah acara bernama Memorial Mothers Day Meeting di Grafton, West Virginia. Acara ini diadakan untuk mengenang ibunya yang telah meninggal dua tahun sebelumnya. Ibu Anna dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap orang lain, dan Anna ingin menghormati jasa-jasanya dengan menciptakan sebuah hari khusus untuk para ibu.

Setelah acara tersebut, Anna Jarvis bertekad untuk menjadikan Hari Ibu sebagai perayaan resmi. Ia mulai menulis surat kepada banyak orang, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, pemimpin agama, dan organisasi perempuan, untuk mendukung inisiatifnya. Gerakan ini dengan cepat mendapatkan banyak dukungan.

Hanya dua tahun setelah acara pertama, pada tahun 1909, Hari Ibu sudah dirayakan di 45 negara bagian di Amerika Serikat. Pada tanggal 8 Mei 1914, Kongres AS mengeluarkan resolusi yang menetapkan bahwa Minggu kedua di bulan Mei harus diperingati sebagai Hari Ibu. Ini adalah bentuk ungkapan kasih dan penghormatan kepada para ibu. Sejak saat itu, Hari Ibu dirayakan secara nasional di Amerika Serikat.

Di Jerman, Hari Ibu mulai dirayakan pada tahun 1923. Perayaan ini diinisiasi oleh Asosiasi Pemilik Toko Bunga Jerman. Pada hari tersebut, penjualan bunga meningkat pesat karena banyak orang yang memberikan bunga sebagai hadiah kepada ibu mereka. Namun, tidak semua orang setuju dengan perayaan ini. Beberapa kritik muncul, terutama mengenai komersialisasi Hari Ibu.

Selain itu, ada juga isu terkait dengan sejarah kelam perayaan ini. Pada tahun 1933, pemerintah Nazi di Jerman mengubah nama Hari Ibu menjadi "Gedenk- und Ehrentag der deutschen Mütter" atau "Hari Peringatan dan Penghormatan bagi Para Ibu Jerman". Hal ini membuat banyak orang merasa bahwa perayaan Hari Ibu telah disalahgunakan untuk kepentingan ideologi.

Dengan berbagai latar belakang dan sejarah, Hari Ibu tetap menjadi momen penting untuk menghargai semua pengorbanan dan cinta yang diberikan oleh para ibu di seluruh dunia.

library_books Tagesschau