Garut, Jawa Barat - Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha, bersama seluruh keluarga besar Seskoad, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya empat prajurit TNI Angkatan Darat. Musibah tersebut terjadi saat pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibolang, Kabupaten Garut, pada tanggal 14 Mei 2025.
Keempat prajurit yang menjadi korban adalah bagian dari operasi pemusnahan amunisi yang dilakukan oleh TNI AD untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ledakan yang terjadi saat proses tersebut sangat mengejutkan dan mengakibatkan kehilangan yang besar bagi keluarga dan rekan-rekan mereka.
Mayjen TNI Edwin mengungkapkan, "Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga amal ibadah para prajurit yang telah gugur diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Amin."
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang risiko yang dihadapi oleh prajurit TNI dalam menjalankan tugas mereka. Pemusnahan amunisi adalah proses yang sangat penting untuk memastikan bahwa amunisi yang tidak terpakai tidak jatuh ke tangan yang salah dan tidak membahayakan masyarakat.
Seluruh masyarakat dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Duka ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia yang menghargai jasa dan pengorbanan para prajuritnya.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan keselamatan dalam setiap operasi militer, agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
TNI AD prajurit ledakan pemusnahan amunisi Garut