Jakarta, 14 Mei 2025 – Dalam pertemuan perdagangan yang berlangsung di Jenewa, perwakilan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China telah mencapai kesepakatan penting. Kedua pihak sepakat untuk menurunkan tarif impor satu sama lain sebesar 115 persen mulai Rabu mendatang.
"Kami telah mencapai kesepakatan untuk jeda selama 90 hari," ujar Scott Bessent, Menteri Keuangan AS. Jeda waktu ini akan digunakan untuk melanjutkan negosiasi yang lebih mendalam, seperti yang diungkapkan dalam pernyataan bersama.
Dengan kesepakatan ini, tarif untuk sebagian besar ekspor China ke AS akan turun menjadi 30 persen, seperti yang disampaikan oleh Jamieson Greer, Kepala Perwakilan Perdagangan AS. Di sisi lain, China juga mengurangi tarif untuk impor dari AS menjadi 10 persen.
Pernyataan dari Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa kesepakatan ini "berada dalam kepentingan kedua negara dan juga untuk kepentingan dunia secara keseluruhan". Mereka berharap Washington akan terus bekerja sama untuk mengoreksi praktik peningkatan tarif yang sepihak.
Namun, kedua belah pihak belum memberikan rincian mengenai konsesi yang saling diberikan terkait penurunan tarif ini. Sejak awal masa jabatan kedua Donald Trump pada 20 Januari, dia telah menerapkan kebijakan perdagangan yang ketat, mengancam untuk mengenakan tarif tambahan terhadap banyak negara, termasuk China. Meskipun beberapa tarif sudah dicabut, China telah merespon dengan mengenakan tarif balasan, sehingga menyebabkan Trump meningkatkan tarif lebih jauh.
Dirk Jandura, Presiden Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Jerman (BGA), menyambut baik kesepakatan antara AS dan China. Dia menyatakan bahwa "penurunan ketegangan dalam perang tarif antara dua mitra dagang terbesar kami juga berarti pelonggaran situasi bagi para pedagang kami". Namun, dia memperingatkan bahwa waktu terus berjalan di tingkat Eropa. Uni Eropa dan AS harus mencapai kesepakatan sebelum jeda tarif 90 hari berakhir.
AS China tarif impor perdagangan kesepakatan