Kekacauan bersenjata terjadi di ibukota Libya, Tripoli, pada Senin malam, yang mengakibatkan setidaknya enam orang tewas dan meningkatkan kembali suasana ketakutan di kota tersebut. Pertikaian ini berlanjut hingga dini hari Selasa dan dipicu oleh pembunuhan Abdelghani al-Kikli, seorang komandan milisi yang dikenal dengan nama "Gheniwa". Al-Kikli memimpin Otoritas Dukungan Stabilitas (SSA) yang merupakan salah satu kelompok bersenjata paling berpengaruh di Tripoli.
Sampai saat ini, rincian pasti mengenai pembunuhan al-Kikli belum jelas. Seorang keponakannya menyatakan dalam sebuah postingan di Facebook bahwa al-Kikli telah dijebak dengan alasan negosiasi, yang ternyata merupakan rencana untuk membunuhnya.
Bunyi tembakan dan ledakan terdengar di beberapa lingkungan, terutama di Abu Salim, sebuah distrik padat penduduk di selatan. Warga setempat melaporkan kepada Reuters bahwa mereka mendengar baku tembak yang sangat intens.
"Enam jenazah telah ditemukan dari lokasi-lokasi bentrokan di sekitar Abu Salim," kata Pusat Kedokteran Darurat dan Dukungan Libya.
Setelah terjadinya bentrokan ini, kementerian dalam negeri dari Pemerintah Kesatuan Nasional (GNU) yang berbasis di Tripoli mengeluarkan peringatan darurat yang meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah. Sekolah-sekolah dan universitas menghentikan kegiatan belajar mengajar, ujian, dan semua aktivitas administratif. Kementerian pendidikan menyebutkan "situasi keamanan yang memburuk" sebagai alasan, sedangkan Universitas Tripoli mengumumkan penutupan penuh "hingga pemberitahuan lebih lanjut".
Al-Kikli adalah sosok yang kontroversial dalam lanskap keamanan Libya yang tidak stabil. Amnesty International sebelumnya menuduhnya melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pembunuhan di luar proses hukum.
SSA telah menjadi salah satu milisi terkuat di Libya barat, dengan pengaruh yang mendalam dalam lembaga-lembaga negara. Pada pagi hari Selasa, pihak berwenang menyatakan bahwa situasi sudah terkendali. GNU menyatakan bahwa pasukannya telah melakukan "operasi militer" untuk memulihkan keamanan dan menegakkan otoritas negara di Abu Salim.
Tripoli Libya milisi kekacauan pembunuhan