Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Para Ilmuwan Belanda Perpendek Umur Alam Semesta Secara Signifikan

Ilmuwan dari Belanda telah membuat penemuan yang mengejutkan mengenai umur alam semesta. Mereka memperkirakan bahwa alam semesta akan berakhir dalam waktu sekitar 10^78 tahun, jauh lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang mencapai 10^1100 tahun. Penemuan ini diterbitkan dalam Journal of Cosmology and Astroparticle Physics.

Untuk lebih memahami perubahan perkiraan ini, bayangkan jika umur manusia yang seharusnya 50 tahun, tiba-tiba dipangkas menjadi kurang dari satu triliun detik. Ini menunjukkan betapa besar perbedaan estimasi yang ditemukan oleh para ilmuwan.

Tim peneliti dari Universitas Radboud yang terdiri dari Heino Falcke, Michael Wondrak, dan Walter van Suijlekom, menemukan bahwa radiasi Hawking, sebuah fenomena yang pertama kali diusulkan oleh fisikawan terkenal Stephen Hawking pada tahun 1975, mempengaruhi tidak hanya lubang hitam tetapi juga semua materi yang memiliki medan gravitasi. Radiasi ini menyebabkan objek secara perlahan "menguap" seiring berjalannya waktu, dengan cara melepaskan energi ke ruang angkasa.

Heino Falcke, peneliti utama, mengatakan, "Akhir dari alam semesta datang lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi untungnya masih memakan waktu yang sangat lama." Mereka juga menghitung bahwa bintang katai putih, yang sebelumnya dianggap sebagai objek paling awet, akan larut dalam waktu 10^78 tahun akibat efek radiasi ini.

Pada penelitian ini juga diungkapkan bahwa bintang neutron dan lubang hitam dengan massa bintang membutuhkan waktu sekitar 10^67 tahun untuk menguap, meskipun lubang hitam memiliki tarikan gravitasi yang lebih kuat. Michael Wondrak, salah satu penulis, menjelaskan, "Lubang hitam tidak memiliki permukaan. Mereka menyerap kembali sebagian radiasi mereka sendiri, yang menghambat prosesnya."

Menariknya, penelitian ini juga menyarankan bahwa kita mungkin dapat menemukan sisa-sisa fosil dari alam semesta sebelumnya di dalam alam semesta kita sendiri. Ini membuka kemungkinan baru untuk memahami sejarah alam semesta yang lebih dalam.

library_books Science