Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

TNI AU dan US Air Force Gelar Pelatihan Sistem Keselamatan Penerbangan

TNI AU dan US Air Force Gelar Pelatihan Sistem Keselamatan Penerbangan

Jakarta, 19 Mei 2025 - TNI Angkatan Udara (AU) bersama dengan US Air Force baru saja menggelar pelatihan sistem keselamatan penerbangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025, dan merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan kemampuan operasional TNI AU.

Dalam pelatihan ini, fokus utama adalah sistem BAK-12 atau Barrier Arresting Kit-12, yang berfungsi untuk menghentikan laju pesawat tempur dengan cepat dan aman. Alat ini sangat penting bagi landasan pacu yang memiliki panjang terbatas, seperti yang ada di beberapa pangkalan udara di Indonesia. BAK-12 memiliki berat sekitar 24 ton dan merupakan bagian dari sistem keselamatan penerbangan yang sangat diperlukan dalam situasi darurat.

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat. Selain BAK-12, TNI AU juga telah menerima sistem Highline Dock pada tahun 2022 dan Emergency Airfield Lighting System pada tahun 2025 sebagai hibah dari pemerintah AS. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk saling mendukung dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Letkol Sus Edi Putra, perwakilan dari TNI AU, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Amerika Serikat atas dukungan yang diberikan. "Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan teknis personel TNI AU dalam mengoperasikan dan merawat peralatan keselamatan penerbangan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua personel siap mendukung operasional penerbangan militer dengan standar keselamatan yang tinggi.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 personel TNI AU. Rincian peserta terdiri dari 16 orang untuk pelatihan BAK-12, 8 orang untuk Highline Dock, dan 16 orang untuk sistem pencahayaan darurat landasan. Setelah menyelesaikan pelatihan, semua peserta akan mendapatkan sertifikat dan Kartu Tanda Operator resmi sebagai pengakuan atas kemampuan mereka.

Dengan pelatihan ini, diharapkan TNI AU dapat meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi penerbangan yang mungkin terjadi, serta memperkuat kerjasama internasional dalam bidang pertahanan.

library_books Militer Udara