Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia sedang berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di sektor industri. Tujuannya adalah agar SDM Indonesia tidak hanya menguasai teknologi industri, tetapi juga terampil dalam bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin.
Langkah ini diambil karena bahasa Mandarin semakin penting dalam dunia industri, terutama mengingat banyaknya perusahaan dari Republik Rakyat China (RRC) yang beroperasi di Indonesia. Dengan kemampuan berbahasa Mandarin, SDM Indonesia diharapkan dapat lebih siap bersaing di pasar kerja global.
Untuk merealisasikan hal ini, Kemenperin menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dari China. Salah satu mitra tersebut adalah Go Study Global Education. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang tepat bagi SDM industri Indonesia agar mereka dapat mempelajari bahasa Mandarin dengan baik.
Menurut pihak Kemenperin, program ini diharapkan dapat membuka banyak peluang bagi SDM Indonesia untuk diserap oleh industri-industri yang berasal dari China. Dengan adanya pelatihan bahasa Mandarin, para pekerja diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik dan lebih memahami kebutuhan industri di RRC.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) juga akan berperan aktif dalam menyelenggarakan program-program pelatihan ini. Mereka akan mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi SDM di bidang bahasa dan teknologi industri.
Dengan upaya ini, Kemenperin ingin memastikan bahwa SDM industri Indonesia tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional. Diharapkan, pelatihan bahasa Mandarin ini dapat menjadi langkah awal untuk menjalin hubungan yang lebih baik antara Indonesia dan China di bidang industri.
Melalui kerja sama ini, Kemenperin berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih siap dan kompeten untuk menghadapi tantangan di era globalisasi.
Kemenperin SDM industri bahasa Mandarin kerja sama China