Peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Cina (USTC) di Hefei telah menciptakan kacamata kontak yang sangat canggih. Kacamata ini memungkinkan pemakainya untuk melihat radiasi infrared. Yang luar biasa, kacamata ini mampu mendeteksi tanda panas bahkan melalui kelopak mata yang tertutup.
Teknologi inovatif ini menggunakan metamaterial fotonik ultrathin yang dapat mengubah cahaya infrared menjadi cahaya hijau yang dapat dilihat oleh mata manusia. Dengan demikian, pemakai kacamata ini bisa memiliki kemampuan penglihatan termal yang mirip dengan peralatan malam militer.
Kacamata kontak ini memanfaatkan nanopartikel upconversion yang tertanam dalam film graphene yang biokompatibel dan hanya setebal 2 mikrometer. Tebal ini sekitar 50 kali lebih tipis daripada rambut manusia. Ketika foton infrared mengenai nanopartikel ini, mereka menyerap beberapa foton energi rendah dan memancarkan foton energi lebih tinggi yang terlihat, menciptakan cahaya hijau yang menunjukkan sumber panas.
Kemampuan "mata tertutup" ini bekerja karena radiasi infrared dapat menembus kulit tipis kelopak mata. Hal ini memungkinkan metamaterial terus berfungsi meskipun mata tertutup.
Teknologi ini bisa mengubah berbagai aplikasi, mulai dari diagnosis medis, operasi pencarian dan penyelamatan, hingga pengawasan keamanan dan sistem keselamatan otomotif. Para peneliti melaporkan bahwa kacamata ini nyaman digunakan dalam waktu yang lama dan tidak mengganggu penglihatan normal. Namun, kacamata ini masih perlu melalui pengujian keamanan dan persetujuan regulasi sebelum bisa dijual secara komersial, yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun.
kacamata kontak teknologi radiasi infrared kesehatan keselamatan