Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Saham Apple Anjlok Setelah Ancaman Tarif dari Trump

Jakarta – Saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) mengalami penurunan yang signifikan pada hari Jumat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen pada produk perusahaan jika tidak diproduksi di dalam negeri. Hal ini menjadi berita yang mengejutkan bagi para investor dan mempengaruhi pasar saham secara umum.

Menurut laporan yang dilansir dari Investing pada Sabtu, 24 Mei 2025, pengumuman tersebut tidak hanya berdampak pada saham Apple, tetapi juga pada indeks saham utama di AS. Indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 ikut terpengaruh, mengalami penurunan antara 0,5 persen hingga 0,9 persen.

Saham Apple sendiri tercatat turun sebesar 2,7 persen. Penurunan ini cukup signifikan dan menyebabkan dampak negatif pada indeks S&P 500 dan Nasdaq 100. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh suatu perusahaan besar seperti Apple terhadap pasar saham secara keseluruhan.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Presiden Trump menegaskan bahwa iPhone yang dijual di Amerika Serikat harus diproduksi di dalam negeri, bukan di luar negeri. Tuntutan ini mencerminkan kebijakan proteksionis yang semakin menguat di pemerintahan saat ini.

Ancaman tarif ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, terutama karena Apple adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Banyak yang khawatir bahwa jika tarif ini diterapkan, harga iPhone dan produk Apple lainnya akan meningkat, yang bisa mengurangi permintaan dari konsumen.

Di tengah situasi ini, para investor diharapkan untuk terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan perdagangan dan dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan besar seperti Apple. Keputusan yang diambil oleh pemerintah dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih luas bagi ekonomi AS dan pasar saham global.

Dengan adanya ancaman ini, banyak yang bertanya-tanya bagaimana langkah Apple selanjutnya untuk menghadapi tantangan tersebut dan apakah perusahaan akan mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian produksinya kembali ke Amerika Serikat.

Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara kebijakan pemerintah dan dunia bisnis, serta bagaimana keputusan yang diambil di tingkat tinggi dapat mempengaruhi banyak orang, termasuk konsumen dan investor.

library_books Idx Channel