Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kneecap Gelar Konser Terbesar di London Meski Dihantam Kontroversi

Ribuan penggemar menghadiri konser terbesar yang pernah diadakan oleh band Irlandia, Kneecap, di festival Wide Awake yang berlangsung di selatan London. Acara ini berlangsung beberapa hari setelah salah satu anggota band, Liam Og O hAnnaidh, berusia 27 tahun, menghadapi tuduhan terorisme.

Tuduhan tersebut muncul setelah O hAnnaidh dituduh menampilkan bendera yang mendukung Hezbollah saat konser di O2 Forum, London barat laut, pada bulan November lalu. Kneecap dengan tegas membantah tuduhan ini, dan menyebutnya sebagai "policing politik" dan "karnaval pengalihan" dari agresi Israel di Gaza.

Tuduhan terorisme ini datang setelah munculnya rekaman yang menunjukkan Kneecap menampilkan tulisan yang berbunyi "Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina" dan "Persetan Israel, Bebaskan Palestina" saat festival Coachella di California.

Kneecap telah berulang kali membantah dukungan terhadap Hezbollah atau Hamas, yang merupakan organisasi terlarang di Inggris. Menurut hukum Inggris, mengungkapkan dukungan terhadap kedua kelompok ini adalah tindakan kriminal.

Pada awal bulan ini, Kepolisian Metropolitan Inggris mengumumkan akan menyelidiki video yang diduga menunjukkan anggota Kneecap meneriakkan "Dukung Hamas" dan "Bunuh Anggota Parlemen lokal Anda". Hal ini membuat band tersebut mendapat kritik luas dari para politisi Inggris. Juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer menyebut rekaman video tersebut "sama sekali tidak dapat diterima".

Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch juga mengatakan bahwa "kebencian anti-Inggris dari Kneecap tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita".

Kneecap tetap menegaskan bahwa mereka tidak pernah mendukung Hamas atau Hezbollah, dan tidak pernah menghasut kekerasan. Mereka berargumen bahwa video yang beredar telah diambil di luar konteks.

Liam Og O hAnnaidh, yang dikenal dengan nama panggung Mo Chara, dijadwalkan akan tampil di Pengadilan Westminster pada tanggal 18 Juni mendatang.

library_books Middleeasteye