Malaysia saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor menjadi 10 persen. Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Zafrul Aziz, menyatakan bahwa penghapusan tarif menjadi 0 persen hampir tidak mungkin dilakukan.
Dalam sebuah wawancara televisi yang dilansir dari Bloomberg pada Selasa, 27 Mei 2025, Zafrul mengungkapkan, "Tarif 10 persen sepertinya tidak dapat dinegosiasikan untuk diturunkan lagi. Tampaknya itu adalah batas terendah." Pernyataan ini menunjukkan ketidakpastian dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Pada bulan April 2025, AS mengumumkan kebijakan tarif tinggi untuk puluhan negara, termasuk Malaysia. Namun, kebijakan ini ditunda selama 90 hari dan baru akan berlaku pada Juli 2025. Jika tidak ada kesepakatan, impor dari Malaysia dapat dikenakan tarif hingga 24 persen.
Negara-negara lain di Asia Tenggara juga menghadapi ancaman serupa dari tarif tinggi yang diberlakukan oleh AS. Ini menjadi tantangan bagi banyak negara dalam mempertahankan daya saing produk mereka di pasar internasional.
Dengan adanya negosiasi ini, Malaysia berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Namun, tantangan besar tetap dihadapi dalam upaya untuk menurunkan tarif yang dikenakan oleh AS.
Malaysia Tarif Impor AS Negosiasi